![]() |
| Real Madrid kalah 0-1 dari Getafe di LaLiga usai gol indah Martin Satriano. Barcelona tetap unggul empat poin di puncak klasemen setelah Madrid gagal memanfaatkan laga tunda. |
JAKARTA -- Barcelona masih nyaman di puncak klasemen LaLiga setelah rival terdekatnya, Real Madrid, tumbang 0-1 dari Getafe pada laga tunda di Santiago Bernabeu, Senin waktu setempat. Kekalahan ini membuat jarak kedua tim tetap empat poin, sekaligus memperpanjang tren negatif Los Blancos di kompetisi domestik.
Real Madrid Gagal Pangkas Jarak, Getafe Cetak Sejarah
Real Madrid kembali kehilangan momentum penting dalam perburuan gelar LaLiga musim ini. Bermain di kandang sendiri, skuad asuhan Alvaro Arbeloa harus mengakui keunggulan Getafe lewat gol spektakuler Martin Satriano menjelang turun minum.
Gol tunggal tersebut lahir enam menit sebelum babak pertama usai. Satriano melepaskan tendangan voli keras dari tepi kotak penalti yang meluncur deras ke sudut kanan atas gawang kawalan Thibaut Courtois. Sepakan indah itu tak mampu diantisipasi dan langsung membungkam publik Bernabeu.
Kekalahan ini terasa semakin pahit karena Madrid sedang dilanda badai cedera. Absennya pemain kunci seperti Kylian Mbappe dan Jude Bellingham jelas memengaruhi kreativitas dan efektivitas serangan mereka.
Dominasi Tanpa Ketajaman
Secara statistik, Madrid tampil dominan. Mereka menguasai 77 persen penguasaan bola dan melepaskan 18 tembakan, berbanding sembilan milik Getafe. Bahkan dari sisi expected goals, Madrid unggul 1,57 berbanding 0,49.
Namun dominasi tersebut tak diiringi efektivitas. Peluang emas datang di menit ke-75 ketika Antonio Rudiger menyambut sepak pojok Franco Mastantuono, tetapi sundulannya melenceng dari gawang kosong. Bek tengah Dean Huijsen juga gagal memaksimalkan peluang di tiang jauh.
Tak lama berselang, umpan silang Mastantuono disambut tandukan Rodrygo, tetapi bola hanya melintas di depan gawang tanpa bisa disambar Dani Carvajal.
Situasi semakin buruk ketika Mastantuono menerima kartu merah langsung pada menit ke-95 akibat protes berlebihan kepada wasit Alejandro Muniz Ruiz. Getafe juga harus bermain dengan 10 orang setelah Adrian Liso menerima kartu kuning kedua karena membuang bola jelang laga usai.
Getafe Akhiri Kutukan Panjang
Kemenangan ini terasa spesial bagi pelatih Getafe, Jose Bordelas. Sebelum laga ini, ia belum pernah mengalahkan Madrid dalam 16 pertemuan LaLiga sebelumnya. Bahkan, Madrid selalu menang dalam 16 laga kandang terakhir melawan Getafe.
Rekor buruk itu akhirnya terhenti. Getafe kini naik ke posisi ke-11 klasemen, melampaui Girona dan Sevilla, serta unggul delapan poin dari zona degradasi. Tiga kemenangan dalam empat laga terakhir menjadi sinyal kebangkitan tim asal Madrid tersebut.
Dampak ke Perebutan Gelar LaLiga
Hasil ini menjadi pukulan bagi Real Madrid. Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, selisih empat poin dari Barcelona bisa menjadi penentu dalam perburuan gelar.
Tekanan kini semakin besar bagi Los Blancos. Setiap laga tersisa akan terasa seperti final. Jika inkonsistensi ini berlanjut, peluang mempertahankan gelar bisa semakin menipis.
Sebaliknya, Barcelona kini berada dalam posisi yang lebih nyaman. Konsistensi menjadi kunci, dan mereka berhasil memanfaatkan kegagalan rivalnya.
FAQ
1. Berapa jarak poin Barcelona dan Real Madrid saat ini?
Barcelona unggul empat poin atas Real Madrid di puncak klasemen LaLiga.
2. Siapa pencetak gol kemenangan Getafe?
Gol tunggal dicetak oleh Martin Satriano melalui tendangan voli spektakuler.
3. Mengapa Real Madrid bermain tanpa beberapa pemain inti?
Madrid kehilangan sejumlah pemain karena cedera, termasuk Kylian Mbappe dan Jude Bellingham.
4. Bagaimana statistik penguasaan bola pertandingan?
Real Madrid mendominasi dengan 77 persen penguasaan bola dan 18 tembakan.
5. Apa dampak kekalahan ini bagi perburuan gelar?
Madrid tetap tertinggal empat poin dari Barcelona, membuat persaingan gelar semakin ketat.
