Anthony Gordon Menggila! 4 Gol di Liga Champions Bikin Qarabag Terkapar, Eddie Howe: “Seharusnya Bisa Lebih Banyak!”

Anthony Gordon Menggila! 4 Gol di Liga Champions Bikin Qarabag Terkapar, Eddie Howe: “Seharusnya Bisa Lebih Banyak!”
Anthony Michael Gordon adalah pemain sepak bola profesional Inggris yang bermain sebagai pemain sayap untuk klub Liga Utama Inggris Newcastle United dan tim nasional Inggris.

JAKARTA -- Pertandingan leg pertama play-off Liga Champions antara Newcastle United melawan Qarabag FK benar-benar menjadi panggung pertunjukan satu nama: Anthony Gordon. Dalam laga yang digelar Rabu malam itu, Gordon tampil luar biasa dengan mencetak empat gol dan membawa The Magpies menang telak 6-1.

Namun, yang menarik perhatian bukan hanya skor besar tersebut. Pelatih Newcastle, Eddie Howe, justru melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan. Menurutnya, Gordon sebenarnya bisa saja mencetak lebih dari empat gol!

Newcastle Mengamuk Sejak Menit Awal

Sejak peluit pertama dibunyikan, Newcastle tampil agresif dan tak memberi ruang bagi Qarabag untuk berkembang. Baru delapan menit laga berjalan, Malick Thiaw sudah membuka keunggulan lewat penyelesaian klinis di depan gawang.

Setelah itu, pertunjukan sesungguhnya dimulai.

Anthony Gordon tampil tanpa ampun. Empat gol ia lesakkan hanya dalam satu babak pertama—dua di antaranya melalui titik penalti. Skor 5-0 saat turun minum membuat pertandingan praktis sudah berada di tangan Newcastle.

Dengan enam tembakan yang semuanya tepat sasaran, Gordon menjadi ancaman nyata di setiap sentuhan bola. Statistik itu saja sudah cukup menggambarkan betapa efektif dan tajamnya penyerang muda Inggris tersebut.

Catatan Bersejarah di Liga Champions

Empat gol dalam satu babak pertama bukanlah pencapaian biasa. Gordon kini tercatat sebagai pemain kedua dalam sejarah Liga Champions yang mampu mencetak empat gol di babak pertama, menyamai rekor yang sebelumnya dipegang oleh Luiz Adriano saat membela Shakhtar Donetsk melawan BATE Borisov pada Oktober 2014.

Tak berhenti sampai di situ, Gordon kini resmi menjadi top skor Newcastle di ajang Liga Champions dengan koleksi 10 gol. Ia melampaui rekor legenda klub, Alan Shearer, yang sebelumnya mengoleksi enam gol.

Bahkan, Gordon juga menjadi pemain Inggris kedua yang mampu mencetak dua digit gol dalam satu musim Liga Champions, mengikuti jejak Harry Kane yang mencetak 11 gol pada musim 2024-2025.

Ini bukan sekadar kemenangan besar. Ini adalah malam bersejarah.

Eddie Howe: “Dia Bisa Cetak Lebih Banyak”

Meski kemenangan sudah sangat meyakinkan, Eddie Howe tetap melihat ruang untuk perbaikan. Dalam wawancara usai laga, ia mengaku sangat puas dengan performa timnya, terutama di babak pertama.

“Dia tampil luar biasa di babak pertama. Dia memulai tekanan, dan beberapa golnya lahir dari kerja kerasnya tanpa bola,” ujar Howe.

Namun, dengan nada bercanda, ia menambahkan bahwa Gordon sebenarnya masih bisa menambah pundi-pundi golnya.

“Dia bisa saja mencetak lebih banyak. Tapi secara keseluruhan, itu performa yang sangat bagus.”

Komentar ini menunjukkan dua hal penting: betapa dominannya Gordon malam itu, dan betapa tingginya standar yang dipasang Howe untuk para pemainnya.

Statistik yang Bikin Lawan Ciut

Kemenangan 6-1 membuat Newcastle berada di posisi yang sangat nyaman jelang leg kedua di St. James’ Park. Dalam sejarah kompetisi Eropa, dari 91 tim yang menang dengan selisih lima gol atau lebih di leg pertama fase gugur, semuanya berhasil lolos ke babak berikutnya.

Secara statistik, peluang Newcastle hampir sempurna.

Namun Howe tetap berhati-hati. Ia menegaskan bahwa pertandingan belum selesai.

“Kami ingin menjaga momentum di babak kedua. Permainan berubah karena mereka bertahan lebih dalam, dan itu membuat kami sedikit lebih sulit berkembang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa meski hasilnya sangat positif, timnya tetap harus fokus dan tidak lengah.

Newcastle Masuk Daftar Elite Eropa

Ada satu fakta menarik lainnya. Newcastle menjadi tim kedua dalam sejarah Liga Champions yang mampu unggul lima gol atau lebih di babak pertama pertandingan fase gugur. Sebelumnya, pencapaian ini hanya pernah dilakukan oleh Bayern Munich saat menghadapi FC Porto pada perempat final April 2015.

Artinya, Newcastle kini masuk dalam daftar klub elite yang pernah mencatatkan dominasi luar biasa di panggung tertinggi Eropa.

Bagi para pendukung The Magpies, ini adalah momen yang layak dikenang.

Sinyal Kuat Ambisi Newcastle di Eropa

Kemenangan telak ini bukan hanya soal skor besar. Ini adalah pernyataan tegas bahwa Newcastle datang ke Liga Champions bukan sekadar untuk meramaikan kompetisi.

Performa solid, tekanan tinggi, efektivitas penyelesaian akhir, dan mentalitas menyerang menjadi kombinasi yang sulit dibendung. Gordon menjadi simbol kebangkitan sekaligus ambisi besar klub asal Inggris tersebut.

Jika performa seperti ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Newcastle melangkah jauh musim ini.

Meski secara matematis peluang lolos sangat besar, Eddie Howe dan para pemainnya sadar bahwa sepak bola selalu menyimpan kejutan. Leg kedua tetap harus dijalani dengan fokus penuh.

Namun satu hal pasti: malam itu milik Anthony Gordon.

Empat gol, rekor bersejarah, dan kemenangan meyakinkan membuat namanya kini diperbincangkan di seluruh Eropa. Dan seperti yang dikatakan Howe, mungkin saja—jika sedikit lebih klinis—jumlah golnya bisa bertambah lagi.

Bagi Anda para pencinta sepak bola, laga ini menjadi bukti bahwa Liga Champions selalu menghadirkan cerita dramatis, rekor baru, dan momen tak terlupakan.

Kini pertanyaannya: mampukah Newcastle menjaga konsistensi dan melangkah lebih jauh? Kita tunggu jawabannya di leg kedua.

Tinggalkan Komentar anda Tentang Berita ini