Everton akan menjalani laga penting di markas Bournemouth pada Selasa malam waktu setempat. Di tengah tantangan tersebut, pelatih David Moyes menaruh harapan besar pada Thierno Barry penyerang muda yang hingga kini belum juga mencetak gol di Premier League.
Barry Dinilai Berjuang Tanpa Lelah, Tapi Gol Tak Kunjung Hadir
Barry direkrut Everton dari Villarreal pada bursa pramusim dengan mahar sekitar Rp520 miliar. Nama besar dan ekspektasi tinggi langsung menyertainya. Dari 13 pertandingan Premier League musim ini, Barry telah tampil di semua laga dan enam kali menjadi starter.
Namun fakta pahit tak bisa dihindari: belum ada satu pun gol atau tembakan tepat sasaran dari 11 percobaan yang ia lakukan.
Meski begitu, Moyes memuji kontribusi Barry dalam fase non-penguasaan bola. Salah satu momen terbaiknya terlihat saat Everton menang 1-0 atas Manchester United minggu lalu. Meski tim sempat kehilangan Idrissa Gueye karena kartu merah setelah insiden dengan Michael Keane, Barry tetap tampil penuh energi dan membantu tim bertahan.
Pada laga berikutnya, Everton harus menelan pil pahit setelah dihajar Newcastle 4-1 di Hill Dickinson Stadium. Barry bahkan sempat mencetak gol, tetapi dianulir wasit. Moyes pun berharap keberuntungan akan segera berpihak kepada penyerang mudanya.
“Kami memberikan kesempatan padanya untuk menunjukkan kemampuan. Para pendukung juga mendukungnya penuh, dan itu meningkatkan rasa percaya dirinya,” ungkap Moyes.
“Untuk bisa diterima fans, kamu harus melakukan hal yang benar dan menunjukkan usaha. Bila kamu bekerja keras, kamu akan dihargai.
Tapi di level tertinggi, seorang penyerang harus memanfaatkan peluang kecil yang datang. Kami butuh gol darinya itu tugas seorang nomor sembilan. Namun kami senang dengan performanya. Dia mulai terbiasa dengan Premier League dan kehidupan di Everton.”
Bournemouth Tak Kalah Termotivasi
Bournemouth juga datang dengan motivasi tinggi, meski baru kalah menyakitkan 3-2 dari Sunderland setelah sebelumnya unggul 2-0. Pelatih Andoni Iraola mengakui duel menghadapi Everton tak akan mudah.
“Mereka tim yang sangat bagus. Saat melawan Manchester United, mereka menang hampir sepanjang laga dengan 10 pemain. Musim lalu mereka bertahan luar biasa kuat,” ujar Iraola.
“Saya yakin ini akan jadi pertandingan sulit. Premier League memang selalu begitu.”
Pemain yang Layak Dipantau
Bournemouth – Marcus Tavernier
Tavernier sedang tajam. Ia mencetak gol di dua laga terakhir Premier League di Vitality Stadium, padahal sebelumnya hanya dua gol dalam 36 pertandingan kandang.
Everton – Kiernan Dewsbury-Hall
Gelandang ini terlibat tiga gol dalam lima laga tandang terakhir liga (dua gol dan satu assist), termasuk gol kemenangan di Old Trafford. Jumlah kontribusinya itu bahkan melampaui 39 pertandingan tandang pertama sepanjang kariernya.
Prediksi Pertandingan: Bournemouth Lebih Diunggulkan
Sejarah tidak berpihak pada Everton. Bournemouth memenangkan enam dari delapan pertemuan terakhir di Premier League, termasuk tiga laga terakhir.
Lebih buruk lagi, Everton belum pernah menang dalam delapan lawatan liga ke markas Bournemouth, dan kalah pada empat pertandingan terakhir.
Meski statistik tersebut berat, performa tandang Everton sejak era kedua Moyes tidak buruk. Mereka mengoleksi 24 poin tandang — hanya kalah dari Arsenal (30 poin) dan Crystal Palace (28 poin) dalam periode yang sama. The Toffees memenangi tujuh dari 15 pertandingan tandang sejak Moyes kembali.
Namun, Bournemouth saat ini tengah dalam tren bagus di Vitality Stadium: tak terkalahkan dalam tujuh laga kandang terakhir Premier League (5 menang, 2 imbang). Ini jadi rekor terpanjang mereka sejak 2022.
Probabilitas menurut Opta:
Bournemouth: 50,5%
Everton: 24,5%
Imbang: 25,1%
Tekanan besar mulai menyelimuti Thierno Barry, tapi Moyes tetap percaya. Dukungan suporter, menit bermain reguler, dan performa kerja keras Barry di lapangan mungkin tinggal menunggu satu momen kecil sebuah gol pertama untuk mengubah segalanya.
Pertandingan melawan Bournemouth bisa menjadi titik balik… atau babak baru perjuangan sang striker muda.
