![]() |
| Yamaha V4 MotoGP 2025: Lebih Halus, Lebih Kuat, dan Siap Jadi Senjata Baru Mengalahkan Inline-Four. |
JAKARTA - Yamaha kembali jadi sorotan di dunia MotoGP setelah memperkenalkan motor baru dengan mesin V4 langkah besar setelah puluhan tahun setia dengan mesin inline-four. Test rider Yamaha, Augusto Fernandez, membocorkan beberapa keunggulan V4 dibandingkan versi lama yang masih digunakan pada musim 2025 ini.
Yamaha Akhirnya Beralih ke Mesin V4
Pabrikan asal Jepang ini mengumumkan sejak tahun lalu bahwa mereka akan membangun prototipe mesin V4 untuk meningkatkan performa yang menurun dalam beberapa musim terakhir. Sejak MotoGP beralih ke mesin empat langkah pada 2002, Yamaha selalu mengandalkan konfigurasi inline-four dan berhasil meraih delapan gelar juara dunia pembalap lewat legenda seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Fabio Quartararo.
Namun sejak Suzuki hengkang pada 2022, Yamaha menjadi satu-satunya tim besar yang masih bertahan dengan mesin inline-four hingga akhirnya kini mereka siap melakukan perubahan besar.
Debut Perdana Yamaha V4
Motor baru V4 Yamaha pertama kali tampil di Grand Prix San Marino, dikendarai oleh Augusto Fernandez. Meski belum spektakuler, motor ini finis di posisi ke-14, tertinggal sekitar 61 detik dari pimpinan lomba. Sementara motor Yamaha terbaik yang dikendarai Fabio Quartararo finis di posisi ke-8, dengan selisih waktu 40 detik lebih cepat dari Fernandez.
Pada seri berikutnya di Grand Prix Malaysia, performa V4 mulai menunjukkan peningkatan. Fernandez berhasil finis lebih dekat ke barisan depan di posisi ke-18, tertinggal 47 detik dari pemenang lomba. Yamaha masih menahan tenaga penuh dari mesin V4 agar bisa menganalisis setiap peningkatan dengan lebih hati-hati.
Keunggulan Yamaha V4 Menurut Fernandez
Meski masih dalam tahap pengembangan, Fernandez mengakui ada banyak hal positif dari V4 dibandingkan M1 versi inline-four.
“Mesinnya jauh lebih halus dibandingkan M1,” ungkap Fernandez kepada Sky Italy.
“Kami belum mengeluarkan seluruh potensinya karena ingin menganalisis setiap langkah secara hati-hati. Tapi yang jelas, koneksi antara throttle dan ban sekarang jauh lebih baik. Manajemen grip meningkat, dan kami lebih memahami kapan ban mulai kehilangan cengkeraman. Motor ini juga sangat menyenangkan untuk dikendarai.”
Ia juga menambahkan bahwa bagian depan motor masih perlu disempurnakan agar lebih stabil di tikungan cepat.
Tantangan dan Harapan
Fabio Quartararo sendiri sempat mencoba Yamaha V4 saat tes di Misano, namun belum terlalu terkesan. Ia mengatakan bahwa motor baru tersebut masih memiliki beberapa masalah serupa dengan versi lama. Meski begitu, proyek V4 ini dianggap sebagai upaya terakhir Yamaha untuk meyakinkan Quartararo agar tetap bertahan di tim setelah 2026.
Fernandez pun memahami perasaan rekan setimnya itu.
“Saya paham perasaan Fabio. Dia tipe pembalap yang ingin menang secepat mungkin,” kata Fernandez menjelang GP Malaysia.
“Tapi kita harus sedikit bersabar. Di Malaysia, kami memang akan kesulitan seperti di Misano karena lintasannya punya dua lintasan lurus pendek. Fokus kami bukan pada waktu lap, tapi pada bagaimana motor ini terasa. Saya yakin motor yang kompetitif akan segera lahir.”
Masa Depan Yamaha: Era Baru Dimulai
Fernandez dijadwalkan kembali turun sebagai wildcard di seri penutup Valencia. Setelah itu, diperkirakan motor inline-four akan resmi dipensiunkan, digantikan sepenuhnya oleh mesin V4 mulai dari tes pasca-balapan.
Perubahan besar ini menandai langkah berani Yamaha untuk kembali ke puncak MotoGP. Jika semua berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin V4 akan menjadi senjata baru yang membawa Yamaha kembali berjaya di podium tertinggi dunia balap motor.
