JAKARTA - Bintang tim Nasional Perancis, Kylian Mbappe, juga mengomentari hubungannya dengan manajer Real Madrid, Xabi Alonso.
Kylian Mbappé mengungkapkan kegembiraannya atas keberhasilannya meraih Sepatu Emas Eropa pertamanya sebagai pemain Real Madrid, tetapi menepis anggapan bahwa ia ingin melampaui statistik dan warisan Cristiano Ronaldo di klub.
Setelah mencetak 31 gol dalam 34 pertandingan di musim pertamanya di La Liga, Mbappé minggu ini dianugerahi Sepatu Emas Eropa untuk menandai statusnya sebagai pencetak gol terbanyak di Eropa sepanjang musim 2024–25, berdasarkan skala yang juga mengukur tingkat kesulitan liga tempat gol-gol tersebut tercipta. Akankah Ia memenangkan Piala Dunia 2026 setelah tahun 2022 lalu gagal meraih juara?
Pencapaian Kebanggaan Mbappe
Ini adalah penghargaan pertama dalam karier Mbappé dan pemain Prancis ini ingin menambahkan sebanyak mungkin trofi ke dalam lemari trofinya. Namun, mengejar Ronaldo, yang memenangkan tiga dari empat Sepatu Emas Eropa bersama Madrid, bukanlah bagian spesifik dari misinya.
"Semua orang tahu Cristiano adalah tolok ukur di Madrid, nomor satu," ujar Mbappé kepada MARCA ketika ditanya apakah ia berencana melampaui statistik Ronaldo.
"Sejak kecil, saya selalu ingin mencetak gol. Setiap anak yang memainkan sepak bola bermimpi mencetak gol, latihan berulang kali. Pada akhirnya, ini adalah title yang sangat penting dan membuat saya sangat senang, tetapi semua orang tahu bahwa prestasi tim adalah yang terpenting.
"Saya harap bisa membawa pulang sepatu emas lagi, esok. Tetapi yang terpenting, saya berharap bersama tim memenangkan liga. Jika kita ditanya tentang memenangkan Sepatu Emas berkat gol-gol saya di liga, tujuan saya tahun ini adalah untuk melanjutkan hal yang sama dengan tim."
Mbappé: Kami Mulai Memahami Xabi Alonso
Mbappé berada di jalur yang tepat untuk memenangkan Sepatu Emas kedua berturut-turut setelah memulai musim dengan 13 gol hanya dalam 11 pertandingan La Liga di bawah manajer baru Xabi Alonso.
Pendekatan Alonso terhadap manajemen dikabarkan telah membuat frustasi beberapa nama besar di skuad Madrid, terutama Vinicius Junior, tetapi Mbappé menegaskan Madrid bergerak ke arah yang benar di bawah bos baru mereka.
“Saya punya pengalaman dengan beberapa pelatih sejak dulu hingga sekarang dan saya terbiasa dengan filosofi dan gaya masing-masing pelatih,” kata Mbappe
“Xabi berbeda dari [Carlo] Ancelotti; dia punya strategi sendiri, dan sedikit demi sedikit kami mulai bisa menyesuaikan diri serta membaca arah keinginannya.
Ketika ditanya targetnya untuk musim 2025–26 di bawah asuhan Alonso, Mbappé menolak memberikan jawaban yang konkret dan malah berdalih ia hanya berencana membawa Madrid sejauh mungkin.
“Anda tahu saya,” ia tertawa.
“Sebagai seorang atlet, saya ingin berjuang untuk segalanya. Anda tidak bisa hanya memilih satu target. Tentu saja, ini akan sulit, tetapi saya ingin memenangkan segalanya dan memberikan segalanya di setiap kompetisi. Saya tidak akan memilih hanya satu target.
“Saya tidak pernah menargetkan jumlah gol. Tujuan saya adalah memanfaatkan setiap peluang untuk mencetak gol dan membantu tim. Semakin banyak gol yang saya cetak, semakin banyak penghargaan yang bisa kami menangkan.” Prioritas saya selalu berkontribusi untuk tim, entah itu mencetak gol atau melakukan hal lain yang memungkinkan kami menang. Itu yang terpenting, dan saya akan melakukannya 100%.
