Pemain Manchester United Mason Greenwood Ditangkap karena Dicurigai melakukan Pemerkosaan dan Kekerasan

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

IKLAN - Scroll ke bawah untuk membaca berita
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Januari 31, 2022

Pemain Manchester United Mason Greenwood Ditangkap karena Dicurigai melakukan Pemerkosaan dan Kekerasan

Ikuti kami:
Google Google
Pemain Manchester United Mason Greenwood ditangkap karena dicurigai melakukan pemerkosaan dan kekerasan
Pemain sepak bola asal klub Manchester United Mason Greenwood tampak berlari dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Burnley, di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, pada 30 Desember 2021. (Foto: AP/Rui Vieira)
Borneo Tribun - Pesepakbola Manchester United Mason Greenwood telah ditangkap pada Minggu (30/1/2022) kemarin, atas dugaan pemerkosaan dan penyerangan. Penangkapan dilakukan setelah seorang wanita memposting tuduhan tentang insiden itu dalam bentuk visual dan audio ke media sosial.

United mengatakan pesepakbola berusia 20 tahun itu "tidak akan kembali berlatih atau bertanding sampai pemberitahuan lebih lanjut."

Polisi tidak menyebut nama Greenwood, tetapi pernyataan tentang penyelidikan muncul setelah mereka ditanya tentang atlet tersebut.

Polisi Manchester dan sekitarnya hari ini telah diberitahu tentang gambar dan video media sosial yang diunggah oleh seorang wanita yang melaporkan insiden kekerasan fisik, kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.

Investigasi telah dilakukan dan kami dapat mengonfirmasi bahwa seorang pria berusia 20-an telah ditangkap karena dicurigai melakukan pemerkosaan dan penyerangan.

Dia masih ditahan untuk diinterogasi. Investigasi masih berlanjut.

Tudingan itu diunggah pada Minggu pagi (30/1/2022) di akun Instagram seorang wanita yang mengunggah foto tubuhnya yang memar dan bibirnya yang berdarah.

Rekaman suara yang diduga dari serangan itu juga diunggah. Postingan itu semua telah dihapus dari media sosialnya, tetapi telah menyebar luas.

Menanggapi tuduhan itu, klub mengatakan: "Manchester United tidak mendukung kekerasan dalam bentuk apa pun." [vm/jam]

Sumber: VOA Indonesia
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Published: Redaksi
Google Logo Add on Google

Bagikan artikel ini

  
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.

TAMPIL DI POSTING AJA