UEFA Minta Tim Euro 2020 Agar Setop Menyingkirkan Botol Sponsor

Cristiano Ronaldo dari Portugal saat konferensi pers. (Foto: UEFA via REUTERS)
Cristiano Ronaldo dari Portugal saat konferensi pers. (Foto: UEFA via REUTERS)

BORNEOTRIBUN.COM - Uni Sepak Bola Eropa (Union of European Football Associations/UEFA), Kamis (17/6), meminta ke-24 tim yang berlaga di turnamen Euro 2020 untuk berhenti menyingkirkan botol-botol minuman dari sponsor pada saat konferensi pers.

Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas tren menyingkirkan minuman botolan dari sponsor yang dimulai oleh Cristiano Ronaldo.

Ronaldo, Paul Pogba, dan Manuel Locatelli semuanya menyingkiran botol-botol minuman sponsor dari sorotan kamera televisi saat mereka mengambil tempat duduk dalamjumpa pers resmi pada pekan ini.

Direktur turnamen Euro 2020 Martin Kallen mengatakan, seperti dikutip oleh Associated Press, bahwa UEFA telah “berkomunikasi dengan tim-tim mengenai masalah ini.”

“Ini penting karena pendapatan dari sponsor penting untuk turnamen dan sepak bola Eropa,” kata Kallen dalam pengarahan tersebut.

Pogba, yang beragama Islam dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol, keberatan dengan botol hijau khas Heineken, produsen bir yang menjadi sponsor resmi Euro 2020. Bir ini dipasarkan sebagai minuman dengan kandungan alkohol 0,0%.

Kallen mengatakan aturan turnamen membutuhkan kepatuhan terhadap janji UEFA kepada para sponsor, meskipun pemain yang keberatan karena alasan agama boleh menyingkirkan botol minuman dari sponsor. Manajer media di masing-masing dari 11 stadion di seluruh Eropa juga harus membantu menyingkirkan botol bir sebelum kedatangan pemain yang beragama Islam.

Pogba harus menjawab pertanyaan di ruang wawancara setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam kemenangan Perancis atas Jerman pada Selasa (15/6) dengan skor 1-0. Penghargaan pemain disponsori oleh Heineken.

Ronaldo memulai tren pada Senin (14/6) saat konferensi pers wajib pra-pertandingan dengan menyembunyikan dua botol Coca-Cola dan menggantinya dengan botol air, yang juga merupakan salah satu merek buatan Coca-Cola.

Penurunan harga saham Coca-Cola minggu ini dikaitkan oleh beberapa orang dengan penghinaan Ronaldo, tetapi tanpa bukti bahwa kedua hal itu terhubung.

Locatelli meniru Ronaldo pada Rabu (17/6) setelah membantu Italia mengalahkan Swiss.

Dua kejadian itu mendorong UEFA untuk mengingatkan pejabat dengan tim bahwa pemain harus menghormati sponsor dan kontribusi yang mereka buat untuk sepak bola Eropa.

Meski UEFA tidak akan mengenakan denda kepada pemain individu, Kallen mengatakan "selalu ada kemungkinan" bahwa federasi nasional mendapatkan penalti dalam uang untuk insiden lebih lanjut.

Isu tersebut menjadi sumber komedi bagi tim lain.

Gelandang Skotlandia John McGinn menyindir dengan mengatakan “No Coke?” karena tidak ada botol di ruang wawancara pangkalan latihan skuad. Pelatih Belgia, Roberto Martinez, mengatakan setelah kemenangan 2-1 atas Denmark pada Kamis (17/6) bahwa timnya menyukai minuman tersebut.

Coca-Cola adalah sponsor resmi federasi sepak bola Belgia.

Semua 24 tim akan mendapatkan sebagian dari uang yang dibayarkan oleh Coca-Cola, Heineken, dan 10 sponsor papan atas lainnya yang berkontribusi pada total pendapatan turnamen UEFA hampir 2 miliar euro.

Nilai kesepakatan sponsor individu tidak dipublikasikan, tetapi UEFA mendapat 483 juta euro dalam kesepakatan sponsor dari 10 mitra di Euro 2016 di Perancis.

Pemain juga secara tidak langsung mendapatkan uang dari pendapatan komersial Euro 2020 melalui federasi dan klub nasional mereka. Dua puluh empat tim federasi nasional akan berbagi 371 juta euro dalam bentuk uang hadiah UEFA, yang biasanya membantu membayar bonus pemain. Tim-tim yang juara bisa mendapatkan maksimal 34 juta euro dari UEFA dengan juga memenangkan ketiga pertandingan grup mereka. [na/ft]

Oleh: VOA

Tinggalkan Komentar

Back Next